Bitumen Roofing CTI adalah satu satunya Roof Sirap Aspal Bitumen manufactur korea yang di buat di Indonesia sejak Januari 2012.  

CTI telah bergabung dengan CT Korea- distributor bahan bangunanTerbesar di Korea sebagai sebuah perusahaan afiliasi. 
Sinergi platform manufaktur CTI dan jaringan distribusi CT Korea akan memberikan kontribusi besar untuk membangun industri bahan bangunan di Indonesia dan negara-negara Asia di dekatnya.

Berikut produk - Produk dari Genteng Bitumen CTI :
Product review

CT3 3-TAB ASPHALT ROOFING SHINGLE

CT3® merupakan type Genteng aspal yang paling umum dan paling populer. Produk yang paling mudah dalam pemasangan dan banyak pilihan warna. 3-Tab desain adalah pilihan yang membuat tampilan atap rumah Anda menjadi indah dan menyenangkan.

CT5 IRREGULAR SHAPE ROOFING SHINGLE

CT5® jenis genteng aspal yang sangat popular di Eropa, sangat berguna untuk sudut kemiringan tinggi dan rendah Atap aspal yang tampak berlapis rapi setelah terpasang.

CT6 HEXAGONAL ASPHALT ROOFING SHINGLE

CT6® Genteng aspal yang modern serta flexibel dengan bentuk hexagonal yang popular di kalangan arsitektur sangat baik diterapkan pada sudut kimiringan tinggi dan rendah

0 komentar

Atap Sirap Bitumen CTI adalah satu satunya Genteng Sirap Aspal Bitumen manufactur korea yang di buat di Indonesia sejak Januari 2012.  

CTI telah bergabung dengan CT Korea- distributor bahan bangunanTerbesar di Korea sebagai sebuah perusahaan afiliasi. 
Sinergi platform manufaktur CTI dan jaringan distribusi CT Korea akan memberikan kontribusi besar untuk membangun industri bahan bangunan di Indonesia dan negara-negara Asia di dekatnya.

Berikut produk - Produk dari Genteng Bitumen CTI :
Product review

CT3 3-TAB ASPHALT ROOFING SHINGLE

CT3® merupakan type Genteng aspal yang paling umum dan paling populer. Produk yang paling mudah dalam pemasangan dan banyak pilihan warna. 3-Tab desain adalah pilihan yang membuat tampilan atap rumah Anda menjadi indah dan menyenangkan.

CT5 IRREGULAR SHAPE ROOFING SHINGLE

CT5® jenis genteng aspal yang sangat popular di Eropa, sangat berguna untuk sudut kemiringan tinggi dan rendah Atap aspal yang tampak berlapis rapi setelah terpasang.

CT6 HEXAGONAL ASPHALT ROOFING SHINGLE

CT6® Genteng aspal yang modern serta flexibel dengan bentuk hexagonal yang popular di kalangan arsitektur sangat baik diterapkan pada sudut kimiringan tinggi dan rendah

0 komentar

Genteng Bitumen CTI adalah satu satunya Genteng Sirap Aspal Bitumen manufactur korea yang di buat di Indonesia sejak Januari 2012.  

CTI telah bergabung dengan CT Korea- distributor bahan bangunanTerbesar di Korea sebagai sebuah perusahaan afiliasi. 
Sinergi platform manufaktur CTI dan jaringan distribusi CT Korea akan memberikan kontribusi besar untuk membangun industri bahan bangunan di Indonesia dan negara-negara Asia di dekatnya.

Berikut produk - Produk dari Genteng Bitumen CTI :
Product review

CT3 3-TAB ASPHALT ROOFING SHINGLE

CT3® merupakan type Genteng aspal yang paling umum dan paling populer. Produk yang paling mudah dalam pemasangan dan banyak pilihan warna. 3-Tab desain adalah pilihan yang membuat tampilan atap rumah Anda menjadi indah dan menyenangkan.

CT5 IRREGULAR SHAPE ROOFING SHINGLE

CT5® jenis genteng aspal yang sangat popular di Eropa, sangat berguna untuk sudut kemiringan tinggi dan rendah Atap aspal yang tampak berlapis rapi setelah terpasang.

CT6 HEXAGONAL ASPHALT ROOFING SHINGLE

CT6® Genteng aspal yang modern serta flexibel dengan bentuk hexagonal yang popular di kalangan arsitektur sangat baik diterapkan pada sudut kimiringan tinggi dan rendah

0 komentar

A.  Tips untuk Menghitung Luas Atap Rumah, ikuti langkah berikut dibawah ini :


1.  Lihat Gambar Potongan Rumah diatas, diketahui Jarak Horizontal ujung Atap rumah = 754 cm, dan Sudut Kemiringan Atap = α (alpha), ---> misalkan α = 30 derjat, maka Lebar Diagonal Atap (L) = L1 + L2 dapat dirumuskan sebagai berikut :

Rumus : L1 + L2 = 754 cm , ---------->   754 cm  = 754 cm  = 870,70 cm = 8,707 m
                                   cos α                          cos 30      0,866  


2.  Setelah kita ketahui Lebar Diagonal Atap (L = L1 + L2) = 8,707 m, tinggal dikalikan dengan Panjang Atap Kebelakang (P) = 700 cm = 7 m (lihat Gambar Dibawah), untuk mendapatkan Luas Total Atap.

Perhitungan Luas (A) = P x L ----------->   7m x 8,707m = 60,95 m2


3.  Selesai, cukup mudah kan, hanya dengan mengetahui Sudut Kemiringan Atap (α) dan Kalkulator Scientific (untuk mendapat Nilai Cosinus α), kita dapat mengetahui Luas Atap tersebut.

B.  Menghitung Luas Atap hanya dengan Melihat Gambar Denah Atap

Karena caranya yang Simpel dan Mudah, sebenarnya kita dapat langsung Menghitung Luas Atap Rumah hanya dengan melihat Gambar Denah Atapnya saja (asal Nilai Sudut Kemiringan Atap = α diketahui), seperti Gambar dibawah ini :


 Luas Atap Rumah =  P x L  =  -----------> 7m x 7,54m  =  52,78 m2  =  60,95 m2 
                                        cos α                           cos 30              0,866


Demikian Tips singkat Cara Mudah dan Cepat dalam Menghitung Luas Atap Rumah
0 komentar
Bentuk atap Perisai merupakan pengembangan dari bentuk atap Pelana. Atap Pelana memiliki 2 Bidang Miring, kemiringannya bisa dibuat ke Samping Kanan dan Samping Kiri rumah, atau bisa juga dibuat ke Depan dan ke Belakang rumah.

Sedangkan Atap Perisai memiliki ke 4 Bidang Miring tersebut, yaitu: Miring ke Samping Kanan, ke Samping Kiri, ke Depan, dan ke Belakang Rumah. Ada sebagian orang mengatakan bentuk ini adalah Bentuk Atap Rabung Lima (karena Jenis Atap ini memiliki 5 Baris Rabung / Nok yang terpasang diatasnya). Ada juga yang mengatakan Atap bentuk Limas. Seperti terlihat pada Gambar diatas.

Contoh Perhitungan :

Dari Gambar Rencana Atap dibawah ini, silahkan Hitung Luas Total Atapnya.
Direncanakan Sudut Kemiringan α = 35°, dan Sudut Kemiringan β = 30°(sengaja saya bedakan Sudut kemiringannya untuk sekedar Pembelajaran).
Gambar 1. Denah Atap Pelana sebuah Rumah




Perhitungan :

1.  Pada Gambar Atap diatas, dapat dilihat bahwa ada 2 Bidang Atap yang Bentuk dan Ukurannya Identik (sama), yaitu ada 2 buah Bidang Segitiga yang Identik, dan 2 buah Bidang Trapesium yang Identik. 

Jadi untuk mengetahui Luas Total Atap tersebut, kita hanya memerlukan 2 kali Perhitungan saja, yaitu Menghitung Luas Atap bentuk Segitiga (lalu dikali 2 unit) dan Menghitung Luas Atap bentuk Trapesium (lalu dikali 2 unit).

2.  Hitung Luas Atap bentuk Segitiga (Luas Segitiga = 1/2 x Alas x Tinggi) 

a.  Lihat Gambar 3, Hitung terlebih dahulu Panjang Bidang Miring Atap (P1), berdasarkan sudut α
      P1 = 353cm : cos α  
           = 353cm : cos 35° 
           
=
 353cm : 0,819 
           = 431,013 cm = 4,310 m (ini menjadi nilai Tinggi Segitga)

b.  Lihat Gambar 2, maka kita dapat Mengetahui nilai Alas Segitiga, yaitu = 856 cm = 8,56 m 
      
c.  Luas Segitiga = 1/2 x 8,56m x 4,31m = 18,4468 m2 

d.  Luas Segitiga 2 Unit = 18,4468 m2 x 2 unit = 36,8936 m2


3.  Hitung Luas Atap bentuk Trapesium, Luas Trapesium = [(a+b)/2] x Tinggi
     
a.  Lihat Gambar 2, Hitung terlebih dahulu Panjang Bidang Miring Atap (P2), berdasarkan sudut β
      P2 = 428cm : cos β  
           = 428cm : cos 30° 
           
=
 428cm : 0,866 
           = 494,226 cm = 4,942 m (ini menjadi nilai Tinggi Trapesium)

b.  Lihat Gambar 3, maka kita dapat Mengetahui nilai a = 3,97m dan b = 11,03m

c.  Luas Trapesium = [(3,97m + 11,03m)/2] x 4,942m = 37,065 m2 

d.  Luas Trapesium 2 Unit = 37,065 m2 x 2 unit = 74,13 m2 

4.  Hitung Luas Total Atap Rumah = 36,8936 m2 + 74,13 m2 = 111,0236 m2   

5.  Selesai... 
Semoga bermanfaat..

Catatan: 
a.  Perhitungan diatas adalah Perhitungan Luas Atap Bersih (Net) berdasarkan Gambar Kerja yang ada.
b.  Jika anda ingin menggunakannya sebagai Pedoman untuk Pembelian Material Atap, terlebih dahulu anda harus menambahkan beberapa Persen, Lembar, atau Keping, sesuai dengan Material yang hendak anda gunakan. Penambahan Jumlah ini akan Cukup Signifikan, karena pada pemasangan Atap Penutupnya nanti akan dilakukan Pemotongan Lembaran/Kepingan Atap secara Diagonal yang akan Cukup Banyak menghasilkan barang Sisa yang tidak terpakai.

c.  Tips dan Cara Perhitungan dalam menambahkan Jumlah Lembaran/Kepingan Atap tersebut akan saya posting kemudian. 
0 komentar